• 26

    Oct

    Mata Merahmu…

    Mama punya kebiasaan baru: ngumpulin receh dalam dolar US. Jika minggu depan bisa terkumpul USD 30, kita pergi ke pantai. Mama, bilang begitu minggu lalu. Benar, minggu depannya USD 30 itu benar-benar terkumpul. Pagi harinya, begitu kamu bangun kamu langsung menagih:pantai. Belum sempat tahi matamu diseka, kamu sudah merengek: pantai. Kita sarapan dulu sayang, kata Mama. Pantai, jawabmu. Tidak ada kata lain, kecuali pantai. Pantai surut pagi itu, tapi kamu berenang juga. Kamu lebih berani dari biasanya, sampai ketengah-tengah. Maklum, dalamnya cuma selutut Ayah. Hebatnya, kamu mau belajar berenang hari itu. Hasilnya: Mata Merah dan Hidung Merah. Lihatlah
  • 25

    Oct

    Ma, apa yang harus aku lakukan untuk bisa nonton TV

    Hari itu adalah hari keduamu sekolah mengaji. Kemarinnya, dengan diantar Mama, kamu berhasil mengatasi kekuranganmu: keberanian. Hari ini, karena adik menangis, kamu harus ditinggal sendiri. Ujian berat buat keberanianmu. Begitu Mama pulang, kamu lari ikut pulang. “Aku mau nonton TV ma…” begitu kamu beralasan. Jam 4 sore, mickey mouse dkk selalu muncul di TV. Dan selama ini kamu tidak pernah ketinggalan satu hari pun. “Tidak ada TV, sampai kamu sekolah.” kata Mama. Kamu tidak berani menyalakan TV. Jujur, Ayah akui kamu memang taat–mudah-mudahan bukan karena takut. Tidak ada TV berarti kamu tidak ada kerjaan selain bermain. Bosan bermain, lantas mau apa. Malam harinya kamu berangkat tidur lebih awal. Ha.. TV rupanya sudah mulai memanipulasi kamu. Pagi
  • 12

    Sep

    Besi Batangan Digosok Menjadi Jarum

    Empat seri cerita tentang persahabatan kelinci dan kura-kura telah habis. Hari itu kita pergi ke toko baju. Bulan puasa, karena kamu muslim, maka kamu perlu baju muslim. Apa hubungannya coba, baju dengan kemuslimanmu? Benar juga, bukannya beli baju malah beli buku. Buku cerita, tersegel plastik. Kita tak tahu apa isinya, kecuali promosi tentang cerita sebelum tidur. Buku dibuka dan ayah bacakan beberapa. And kamu tidak tertarik sama sekali. Ayah tidak bisa menduga sedalam apa pikiranmu.Tetapi ayah juga punya pikiran yang sama. Atau karena kita satu gen? Ayah pikir: “terlalu banyak binatang yang dikorbankan demi kebaikanmu.” Contoh, anjing yang dipersonifikasikan tidak tahu diri. Pada kenyataannya banyak anjing justru tahu diri. Akhirnya ayah harus cari cerita baru. Mikir nih&
  • 3

    Sep

    Cerita sebelum tidur

    Kelinci vs Kura-kura “Tahu kelinci? Itu tuh yang jalannya melompat-lompat” “Tahu” jawabmu dengan berbinar. “Yang kayak gini kan, yah?” sambil kau julurkan tanganmu mengepal kemudian menulurlah jari tengah dan telunjukmu ke udara bergerak-gerak menirukan telinga kelinci. “Ya, benar.” Jawabku. “Kamu tahu kura-kura, itu tuh yang jalannya pelan-pelan. “Yang gini ya yah jalannya.” Kamu tempelkan jemarimu didinding dan bergerak-gerak lebih menyerupai laba-laba dari pada kura-kura. Dalam kegelapan gigi-gigi putihmu terlihat seperti gigi kura-kura. “Kira-kira siapa yang menang kalau lomba lari, kelinci atau kura-kura?” “Aku yang menang yah.” Gak nyambung kau ini. Masak mau ikut lomba. Emang 17-an. R
  • 21

    Aug

    Hukuman

    Anakku, menjadi orang tua ternyata tidak mudah. Kami tidak pernah diajarkan bagaimana mendidik anak. Kamu cengeng sekali. Setiap kali kamu minta ijin keluar untuk bermain dengan teman-temanmu, setengah jam kemudian, kamu pulang dengan menangis. Seorang teman sedikit menyenggolmu atau menggodamu. Dilain waktu kamu suka meneriaki adikmu. Dilain waktu kamu berkata tidak sopan pada orang tua. Ayah sadar, apa yang ada padamu adalah cermin dari ayah dan ibu. Karena itu ayah dan ibu suka nonton the nany 911 di stasiun TV Metro setiap sabtu dan minggu jam tigaan. Dari situ ayah tahu dimana salahnya: ayah dan ibu kurang disiplin dan konsisten. Semenjak itu ayah dan ibu menghukummu dengan duduk di kursi selama 3 menit untuk setiap kesalahan yang kamu perbuat. Kamu ingat itu kan? Semenjak itu kam
  • 20

    Aug

    Bantal Busuk

    Ayah baru pulang. Malam itu adikmu menangis terus. Dalam gendongan ayah, ia menangis seperti kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya. Ia meloncat-loncat dalam gendongan. Sambil menangis tentu saja. Jika ayah letakkan di atas kasur, ia akan menagis sejadi-jadinya sambil kepalanya menyuruk-nyuruk. Menangis seperti kesurupan. Mama bilang, boneka kelinci putihnya ia masukkan ke bak mandi, basah kuyup. Mama menyimpannya untuk dicuci. Lama adikmu menangis, sampai akhirnya dengan terpaksa Mama, memasukkan boneka itu ke dalam mesin cuci. Mencucinya dan mengeringkannya. Begitu dilihatkan boneka yang setengah kering itu, adikmu gembira laksana musafir di padang pasir yang seminggu tidak berjumpa air. Langsung diam dan tidur. Ah, boneka busuk. Boneka yang berbau iler dan ompol. Bercampur deb
  • 23

    Jul

    Kamu ngompol kan?

    Hayo….kan ayah dah berkali-kali bilang: “kencing dulu sebelum tidur.” Sejak indovision masuk rumah, kamu lebih mementingkan dora dan kawan-kawan. Jadi lupa berdoa sebelum tidur, dan yang terpenting lupa kencing. Dan ketika bangun kamu harus merasa malu, tidak berkutik, tidak punya alasan untuk malas mandi. “Hey, kamu ngompolkan?”. Kamu cuma bisa cengar cengir he he he. Malu ni ye….
  • 22

    Jul

    Andrea Hirata

    Anakku. Diantara dengkurmu ayah membaca novel sang pemimpi Andrea Hirata. Kulihat lekat-lekat wajah kalian. Kuukur dengan diriku. Tiba-tiba ayah merinding. Air mata hendak keluar tapi tidak jadi. Jantungku berdetak lebih cepat. “Sanggupkah aku menyemangati kalian, sehingga sesemangat Ikal atau Arai” lamat-lamat terdengar bisikan direlung jiwaku. Sejujurnya ayah masih bingung anakku. Apa yang harus ayah lakukan. Ini semacam kebodohan. Dan kebodohan ini nampaknya akan menurun jika tidak segera ditanggulangi. Adakah diluar sana sebuah resep–seperti resep masakan–yang bisa membuat kalian mempunyai mimpi-mimpi hebat, menelusurinya tanpa kenal menyerah, seperti Arai? Aku tahu, kalian memang keras kepala. Itu turunan. Ibumu.
  • 22

    Jul

    Anakku Tidak Jemukah Engkau Meneriakkan 2 Kata Itu?

    Hari ini aku pusing sekali Anakku, entah salah makan atau kurang tidur semalaman. Hari ini ATB–perusahaan penyuplai air ke rumah kita–mengatakan akan memutus sementara aliran air selama lebih kurang 3 hari, jadi Ayah dan Ibu begadang semalaman memenuhi semua bentuk yang melengkung dengan air. Karena pusing itulah–atau mungkin alasan saja, karena gak ada kerjaan–ayah buka detik–korupsi waktulah, gak apa-apakan, toh usaha sendiri masak gak boleh. Eh kok ada blognya juga. Ayah ngedaftar. Bingung mo nulis tentang apa. Tiba-tiba ayah teringat senyum kalian setiap pagi dan petang. Pagi ketika melepas ayahpergi dan petang ketika menyambut ayah datang. Jika ayah lesu kecapean, kalian bilang, ayah semangat ayah. Kita kuat-kuatan anakku. Siapa yang sanggup sampai akh
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post